IPB Badge
May 2017
S M T W T F S
« Sep    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

kewirausahaan

Ide yang ingin saya sampaikan, sebenarnya dari dahulu saya penasaran mengapa tidak ada seorang wiraswasta yang ingin mengelola petai??

Padahal kata guru biologi SMA saya,, petai memiliki beberapa manfaat yang sangat baik (namun saya lupa manfaatnya apa aja). tetapi sayang karena baunya yang khas, banyak orang menjauhi. Walau sebenarnya masih ada juga orang yang sangat menyukai. Hingga sekarang guru biologi saya, tetap mengkonsumsi makanan tersebut walau bau, tetapikan hanya sebentar. Begitu ungkapnya. yah semoga dilain waktu ide tersebut dapat terwujud ….

cerita inspirasi

Ihwan Nul Padli/D14100036

Laskar 12

Kisah inspirasi 1

Ketika masih duduk di bangku sekolah dasar, aku sangat minder dan merasa terkucil dari kelompok sebayaku. Ya itu yang aku rasakan saat pertama kalinya aku menyambut dunia pendidikan di Indonesia. Bukan tanpa alasan aku bersikap seperti itu, kronologinya hanya simpel saja, dari 41 siswa hanya aku dan aku seorang diri yang tidak mengenyam pendidikan di taman kanak-kanak terlebih dahulu. Taman kanak-kanak, ingin sekali aku merasakan bisa menjadi bagian didalamnya, namun apa daya, kemampuan ekonomi keluargaku saat itu tidak mengizinkan aku untuk menyentuh lantai pendidikan paling dasar tersebut.

Tidak TK bukan perkara mudah, karena dengan status itu aku menjadi murid yang tak mengenal huruf A dikelas Sekolah Dasar tingkat 1, secara otomatis aku menjadi murid yang tidak bisa baca, berhitung, dan sebagainya yang teman-temanku kenal lebih utama daripada aku. Ketika guru masuk di kelas, aku merasa gelisah, keringat bercucuran di sekujur tubuhku, aku kacau, orang yang melihatku mungkin berpikiran bahwa aku akan segera mengeluarkan air besar yang tak bisa aku tahan lagi. Keadaan tersebut jelas kontras terlihat oleh seluruh teman 1 kelasku, terlebih aku duduk di deretan bangku paling depan.

Aku kecil terlihat polos dan terpancar kebodohan yang tertanam di selubung cerebrumku. Baru saja duduk dimeja depan, Ibu guru bangun kembali dan memanggil aku untuk maju ke depan. Beliau bertanya kenapa aku bisa basah kuyup?, aku seperti anak kecil yang di colek setan karena ketakutan. Aku tak bisa menjawab apa-apa, aku hanya terdiam. Dipancaran mata Ibuku yang melihatku dari jendela depan, jelas terlihat ia merasa bersalah kenapa aku hanya menjadi satu-satunya murid yang terlihat sangat ketakutan, aku tau pikiran Ibuku, ia merasa malu dengan aku, ia merasa tak optimal untuk membiayai anak keduanya ini. Ibuku sudah cukup lelah membantu menutupi segala kebutuhan sehari-hari keluarga kami yang sangat minim. Begitupun dengan Bapakku, dengan kesibukan mencari penghasilan yang tak seberapa ia jarang bertemu dengan aku.

Namun dalam keadaan yang serba tak memungkinkan itu, aku si kecil berusia 7 tahun yang tak mengenal abjad, tak tahu angka 1, terjebak kebodohan dengan keadaan, si kecil yang tak pernah meminum susu setiap pagi, bertekad dan tertanam kokoh dalam niat dasarku untuk selalu menjadi anak yang dapat membuat tersenyum bangga orang tuaku, anak yang menjadi teladan bagi adik-adiknya kelak, dan menjadi anak yang membuat hari-hari orang tuaku terasa indah. Aku akan wujudkan itu semua dengan kesungguhan. Karena hanya dengan kesungguhanlah aku dapat mengendalikan kompas kehidupan. Pikiran itu yang tertanam pertama kali saat teman-teman ku memandang remeh aku yang sedang gelisah berdiri di depan.

Walau dengan segala kecemasan, dapat ku lihat betapa aku sangat tak dianggap dalam kelas tersebut. 6 tahun ku jalani pendidikan dasar dengan teman-teman yang terlihat jelas mendiskriminasi aku, namun ku tetap melewati masa itu dengan niat utamaku. Dan alhasil aku lulus dari pendidikan dasar dengan predikat sebagai 3 siswa lulusan terbaik. Dan akupun diterima di pendidikan menengah pertama negeri terbaik didaerahku.

Aku sangat senang karena di tahun pertama aku sekolah, ketika pengumuman kenaikan kelas, saat seluruh siswa sedang upacara, namaku kembali disebut sebagai 3 siswa terbaik. Kurasakan betapa kesungguhan dapat merubah semuanya. Betapa kesungguhan yang dilandaskan niat ikhlas akan membuat diri ini menjadi seorang manusia yang dapat memberikan manfaat bagi sesama manusia lainnya. Bukankah itu sebaik-baiknya manusia. Ayo teman-teman ku, kuatkanlah kesungguhan kalian dan mantapkanlah niat kalian untuk menjadi yang terbaik diantara yang terbaik. Seberapa besar keberhasilanmu diukur dari seberapa besar kepercayaanmu terhadap dirimu akan keberhasilan tersebut. Tetap semangat !!

A story by : ihwan.padli10.student.ipb.ac.id

Kisah inspirasi 2

Brakkkk … sebuah buku berukuran kecil, namun dengan tebal yang cukup dapat membunuh seekor anak ayam itu, secara singkat mendarat diwajah aldy, seorang pria 20 tahun yang di tuduh oleh teman-temannya sebagai pencuri sebuah handphone mahasiswa dari golongan keluarga eksekutif kelas VIP di negeri ini. Aldy sendiri tak tahu duduk perkaranya. Ketika selesai melaksanakn shalat subuh berjamaah di masjid, ia mendapat sebuah pesan singkat dari orang tak di kenal bahwa teman 1 kostan mahasiswa asal Tasik tersebut tengah mengalami kecelakaan lalu lintas.

Aldy menggunakan sepeda motornya untuk melihat keadaan kawan berbeda daerah tersebut, dan ternyata ia terkejut, setelah sampai disana tidak ada keramaian apapun, tidak ada kejadian apapun tentang kecelakaan lalu lintas pagi itu. Segera Aldy menelepon temannya yang memang sedang menginap di rumah sepupunya. Bahkan saat di telepon ia baru terbangun dari tidur. Ia tak terlalu memikirkan hal-hal yang di anggap tidak terlalu penting. Atau bahkan mengira-ngira siapa yang tega mengerjainya. Ia segera bergegas kembali ke tempat kostannya, dan alangkah kagetnya beliau melihat kondisi kamarnya yang sangat berantakan.

Waktu menunjukkan pukul 7.39, sedangkan Aldy harus kuliah pukul 8. sebelum berangkat kuliah ia menyempatkan diri untuk merapikan kamarnya tersebut. Pukul 8 tepat ia tiba di kampus dan langsung mengikuti kegiatan perkuliahan. Selesai perkuliahan, ketua kompti mengumumkan untuk tidak keluar terlebih dahulu karena di curigai ada seseorang yang mencuri handphone milik salah seorang mahasiswi. Kompti beserta jajarannya menggeledah setiap tas yang ada di ruangan tersebut. Penggeledahan pagi itu disaksikan dosen yang terkenal kejam. Pemeriksaan terus berlanjut, hingga akhirnya handphone milik mahasiswi itu ditemukan di tas Aldy.

Ia merasa kebingungan, belum sempat ada sepatah katapun yang keluar dari mulutnya, dosen yang berada di depan segera menghampiri dan menghantam wajah Aldy dengan sebuah buku tebal. Hantaman tersebut begitu keras, Aldy yang sedang berpuasa sunah tak mampu menjaga keseimbangan tubuh sehingga ia terjatuh pingsan. Tak ada yang membantu Aldy, ia dibiarkan tergeletak di lantai. Sedangkan dosen yang menghantam wajah Aldy pergi meninggalkan kelas dan membuat surat pengeluaran diri Aldy untuk di kirim ke orang tuanya. Teman-teman yang masih berada di kelas menatap Aldy dengan kebencian dan tak jarang mereka mengutuk-ngutuki perbuatan Aldy tersebut.

Tak beberapa lama kemudian ia sadar, dan segera merapikan diri. Ia kembali ke kostan dan terdapat sebuah surat yang berada di temannya. Ia syok melihat isi surat tersebut yang berisi pengeluaran dirinya dari kampus itu. Ia berusaha menjelaskan ke semua teman-temanya dan kapada dosen bahwa ia bukan pelaku pencurian handphone itu. Namun apa daya, Aldy tidak memiliki bukti yang cukup. Ia terpukul, dan sangat terpukul ketika mendengar berita dari desanya bahwa Ayahnya meninggal dunia  karena stroke, Aldy menjual sepeda motor untuk membiayai pemakaman Ayahnya. Ia hanya mentransfer dan tidak menemui sama sekali keluarganya. Ia merasa sangat malu jika harus pulang dengan label “mahasiswa gagal”.

Tak berapa lama setelah pemberhentiannya, Aldy mencari pekerjaan di sebuah daerah lain. Ia meninggalkan kostan dan teman-temannya. Ia bekerja menjadi seorang tukang parkir di sebuah pasar kumuh. Ia tak merasa putus asa, ia geluti pekerjaan itu setiap siang, karena jika malam tiba, Aldy harus mengajar ngaji di mushalla kompleks dekat kontrakannya, sedangkan jika hari telah pagi ia menjadi seorang loper koran. Hari terus berlalu, hingga akhirnya dari buah kerajinan ia selama ini, Aldy dapat merintis sebuah usaha yang sangat kreatif. Baru beberapa bulan berjalan, usaha ia mengalami lonjakan yang sangat pesat. Sampai ia memiliki beberapa cabang anak usaha dengan penghasilan yang sangat mencengangkan perbulannya.

Nama Aldy Ibrahim Al Fatih Muhammad sudah sangat terkenal, ia dinobatkan menjadi 20 pria terkaya se Asia. Para dosen yang berasal dari tempat ia dahulu menuntut ilmu, sering mengunjunginya untuk memberikan motivasi kepada seluruh mahasiswa/i. Dengan segala kerendahan hati Aldy menerima siapapun yang membutuhkan pertolongannya. Kini Aldy hidup damai dengan kesederhanaan disebuah daerah yang penuh peradaban, tempat ia idam-idamkan sejak kecil.

Monyet Bisa Dilatih Gunakan Senjata?

CALIFORNIA – Kemunculan foto-foto monyet yang sedang dilatih kelompok Taliban untuk menggunakan senjata seperti AK-47 dan Bren di perbatasan Pakistan dan Afganistan mendorong sejumlah ilmuwan melakukan riset. Menurut para ahli Zoologi, hal itu hanyalah kebohongan, karena monyet tak akan bisa dilatih untuk menggunakan senjata.

Foto-foto yang disebut Amerika Serikat sebagai “Monkey terrorists” hanyalah khayalan semata. Setelah dua pekan akhirnya, seorang ahli mulai angkat bicara mengenai kemungkinan melatih monyet menjadi ‘tentara’.

“Mereka dapat dilatih untuk melakukan hal-hal seperti mematikan lampu dan membuka kran dan sebagainya, tetapi akhirnya mereka justru merusaknya,” kata profesor dari University of California, William Mason seperti dilansir News.com, Selasa (27/7/2010).

“Kalau kita berbicara tentang hewan pergi ke lapangan atau sebuah benteng dengan AK-47 atau apa pun, tampaknya sangat, sangat tidak masuk akal, Jadi begitulah monyet tidak dapat melatih untuk menembak,” tambah Mason

Tapi, sejak kemunculan laporan-laporan mengenai pasukan monyet tersebut banyak orang yang mulai khawatir. Namun tak jarang banyak orang yang mempercayai bahwa foto-foto tersebut merupakan hasil editan dengan menggunakan Photoshop. (ugo)

okezone